Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti
yang dikutip oleh Munandar (2001) Budaya Organisasi adalah cara-cara berpikir,
berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam
organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi. Menurut Schein (1992) Budaya Organisasi adalah pola
dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah,
membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan
anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk
anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan
merasakan masalah yang dihadapi.
Dalam suatu perusahaan harus tetaplah
ada hubungan budaya organisasi karena salah satu fungsi dari budaya organisasi
adalah menumbuhkan jati diri suatu organisasi dan para anggotanya maupun
karyawan yang ada dalam perusahaan tersebut.
Selain itu dapat menumbuhkan komitmen dalam kepentingan bersama diatas
kepentingan individual atau kelompok sendiri. Dalam budaya organisasi kemampuan
manajer disini dapat dilihat dari segi pengambilan keputusan. Seorang manajer
harus dapat memutuskan keputusan yang terbaik. Manajer harus bisa menerima
masukan atau kritikan dari bawahan yang nantinya akan adanya dukungan manajemen
yang komunikatif dalam sebuah perusahaan agar perusahaan atau organisasi dapat
berjalan dengan lancar.
Budaya menciptakan pembedaan yang
jelas antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Budaya merupakan
perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan
standar-standar tepat yang dilakukan karyawan. Ciri-ciri budaya organisasi
menurut Robbins (1996), yaitu :
- - Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana para
karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani dalam mengambil resiko.
- - Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan
diharapkan dapat menjalankan presisi, analisis, dan perhatian pada hal-hal yang
detail atau terperinci.
- - Orientasi hasil. Manajemen lebih berfokus pada hasil
ketimbang teknik apa yang digunakan dalam mencapai hasil tersebut.
- - Orientasi orang. Keputusan manajemen mempertimbangkan
efek dari hasil tersebut atas orang yang ada dalam organisasi.
-
- Orientasi tim. Kegiatan-kegiatan kerja di organisasi
pada tim daripada individu.
-
- Keagresifan. Sejauh mana orang dapat bersikap agresif
dan kompetitif ketimbang santai.
-
- Kemantapan. Kegiatan-kegiatan organisasi lebih
mempertahankan pertumbuhan yang ada dalam suatu organisasi perusahaan tersebut.