Artikel 3 : Heboh beras plastik
(ditinjau dari perlindungan hak asasi rakyat)
Banyak Beras yang sudah di uji coba
di berbagai laboratorium dimana juga telah banyak ditemukan bahwa beras terseut
mengandung atau positif beras Plastik. Pada sebuah situs yang kami temukan
bahwa ada 3 Senyawa Kimia dalam Beras
Plastik yaitu :
-
BBP (benzyil butyl
phtalate)
-
DEHP (diethyl hexyl
phthalate), dan
-
DMP (dimethyl
phthalateshalate)
Ketiga zat ini biasa
dipakai sebagai pelentur pada pipa dan kabel. Sangat mengerikan bila zat-zat
kimia tersebut sampai masuk ke dalam tubuh manusia. Akibat bila ketiga zat
kimia tersebut masuk ke dalam tubuh, maka bisa memicu mutasi genetik, meracuni
saraf, dan menyebabkan kanker. Dalam jangka pendek, keberadaan plastik di
saluran pencernaan bisa mengakibatkan sembelit atau diare. Sementara itu, dalam
jangka panjang, plastik tidak bisa dikeluarkan melalui kotoran dan akan memicu
perubahan sel. Sementara pada wanita zat ini juga mengganggu sistem reproduksi
sehingga bisa menyebabkan gangguan menstruasi. Bahkan pada suatu penelitian
disebutkan kadar zat ini yang tinggi pada ibu melahirkan ternyata bayinya akan
memiliki skrotum dan penis yang kecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa phtalate
bisa menembus plasenta sehingga berbahaya jika dikonsumsi ibu hamil.
Sangat tidak masuk akal pikiran manusia, Cina memang suka memproduksi
yang aneh-aneh, tapi beras plastik itu tidak masuk akal dari segi ekonomi dan
produksi. Karena harga bahan
dasar plastik -bahkan yang daur ulang- akan lebih mahal dari beras dan
teknologi untuk memproduksinya juga tidak bisa yang terlalu sederhana. Menteri
Perdagangan Rahmat Gobel yang mendampingi Kapolri menambahkan ia sampai
bertanya kepada menteri luar negeri lain, khususnya Mendag Cina, karena muncul
desas-desus tentang beras palsu produksi Cina. Menteri Perdagangan Cina
menjawab akan membantu menelusurinmya namun memastikan bahwa beras plastik tak
pernah ada di Cina. Seorang
doktor fisika yang memimpin sebuah perusahaan Jepang yang memproduksi bahan
plastik, Hasanudin Abdurakhman, mengakui bahwa jika Sucofindo melakukan
pemeriksaan dengan peralatan infra merah maka tidak bisa dibantah bahwa memang
unsur plastik dalam sampel beras yang mereka uji. Desas-desus beras plastik sempat menimbulkan keresahan. Tapi itu
bisa karena kesalahan penanganan atau tercampur tak sengaja. Lebih-lebih
plastik tak bisa dicerna dan gampang dikenali rasanya yang asing oleh lidah. Ini
berbeda dengan kasus bakpao isi daging campur kardus beberapa waktu lalu.
Selain kardus jauh lebih murah dari daging, juga kardus bisa dicerna oleh perut,
jawab Hasanudin mantan dosen UGM yang menyelesaikan gelar doktornya di Jepang.
Pemilik
warung di daerah Bekasi, Dewi Seftiani, menyatakan tidak jadi memasak beras
yang baru dibelinya untuk nasi uduk. Karena setelah dimasak, bentuk nasi
terlihat aneh. Dewi menceritakan, dirinya membeli beras dengan merek Ramos
Sentra di toko beras langganannya di Pasar Tanah Merah, Mutiara Gading Timur,
Bekasi, dengan harga Rp 8.000 per kilogram (kg). Awalnya, Dewi tidak curiga
sedikit pun dengan beras yang dibelinya. Sebab, kalau dilihat, bentuk dan warna
bulirnya sama sehingga sulit untuk dibedakan. Namun, saat dimasak, barulah
terlihat perbedaan beras itu dengan yang asli. Beras itu berwarna putih bersih
dan menggumpal setelah menjadi nasi. Bila dipegang, terasa lembek tapi kenyal.
Setelah jadi nasi, kok saya lihat bentuknya beda, nggak kayak nasi pada
umunnya. Jadi, saya nggak berani untuk buat nasi uduk, takut kenapa-kenapa
kalau dimakan. Saat memeriksa dengan lebih saksama beras yang belum dimasak,
Dewi mulai sadar bahwa bentuk beras yang baru saja dibelinya memang tidak sama
dengan beras pada umumnya. Butiran beras yang baru saya beli terlihat bening
tanpa kotoran dan warna pun sangat mencolok. Kalau beras asli, di dalam butiran
akan terlihat warna putih kecil di tengah-tengah. Kalau dilihat sekilas saja,
memang sama. Tapi, kalau dilihat lebih teliti lagi, baru terlihat perbedaannya.
Karena khawatir tetangga dan kerabatnya membeli beras serupa, Dewi kemudian
melaporkan temuan itu kepada Lurah Mustikajaya Iman. Begitu mendapat laporan
tentang beredarnya beras plastik di Kota Bekasi, Dinas Perindustrian,
Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi melakukan sidak ke toko
beras Pasar Tanah Merah di Mutiara Gading Timur. Sesampai di pasar, petugas
gabungan langsung memeriksa salah seorang pedagang beras. Tujuan pemeriksaan
tersebut adalah mengambil sampel untuk dicek di laboratorium.
Selain itu,
cara yang dapat digunakan untuk membedakan kedua beras tersebut adalah dengan
cara Dibakar. Apabila Beras Plastik dibakar, maka dia akan lebih mudah untuk
terbakar daripada beras Asli. Beras plastik sendiri akan lebih duluan terbakar
dan mengeluarkan bau dibandingkan dengan beras yang aslinya. Ini adalah sebuah
pengalaman baru di tahun 2015 dimana munculnya Beras yang bernama Beras
Plastik. Menurut seorang
penjual beras, beras putih plastik kalau dicium enggak wangi beras. Tapi, yang
beras asli pasti wangi beras, wangi padi. Ketika ditunjukkan contoh beras asli
dengan mengambil beras segenggam, secara bentuk dan kasatmata, warna beras
putih tidak sepenuhnya putih, tetapi ada beberapa bagian beras yang berwarna
sedikit berwarna coklat muda. Jika dipegang pun, beras plastik akan lebih licin
dibanding beras asli. Cara lain untuk menguji keaslian beras adalah dengan
dibakar. Beras plastik akan cepat terbakar jika dikenai api. Berbeda dengan
beras asli yang tidak terbakar, tetapi muncul wangi beras yang keluar karena
beras terkena api.
Cara meminimalisir efek-efek dari berita mengenai beras plastik yang
mencuat di kalangan masyarakat, adalah untuk
mengurangi efek samping berbahaya tersebut, sangat disarankan untuk mengonsumsi
banyak buah dan sayur-sayuran yang mengandung banyak vitamin, mineral, dan
antioksidan. Dibawah ini terdapat 5
fakta ilmiah mengenai beras plastik adalah hoax atau isu belaka.
-Video ‘pembuatan beras plastik asal China’ ini tidak memiliki informasi bahwa yang diproduksi adalah beras.
-Video ‘pembuatan beras plastik asal China’ ini tidak memiliki informasi bahwa yang diproduksi adalah beras.
- Sifat
utama plastik turunan hidrokarbon – keluarga keresek – adalah hidrofobik atau
tidak suka air, karena bahan dasarnya adalah minyak bumi dan struktur kimianya
nonpolar.
- Jika memang benar ada beras dari plastik, maka membedakannya gampang saja: plastik tidak akan tenggelam di air karena berat jenisnya lebih rendah dari air.
- Terdapat teori bahwa beras plastik dibuat dari kentang atau umbi yang dilapisi plastik.
- Jika memang benar ada beras dari plastik, maka membedakannya gampang saja: plastik tidak akan tenggelam di air karena berat jenisnya lebih rendah dari air.
- Terdapat teori bahwa beras plastik dibuat dari kentang atau umbi yang dilapisi plastik.
Entah dengan
adanya rumor yang mengenai beras plastik saya pribadi tidak percaya dikarenakan
banyak isu-isu yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang ada. Ada yang bilang
bahwa dengan adanya masalah beras plastik ini dapat mengalihkan semua berita-berita
yang ada di televisi yang beredar tersebut.
Sumber :