My super hero
Aku sangat mengidolakannya, sosok yang mempunyai ketegasan dalam mengambil sebuah keputusan. Suatu ketika setelah saya lulus dari SMA, ayahku sangat menginginkanku untuk mendaftar sebagai salah satu penerusnya kelak. Yaitu mendaftar sebagai Tentara Nasional Indonesia biasa disebut juga TNI. Karena dahulunya ayah aku bernaung di dalam didikan militer, aku berniat dan membulatkan tekat untuk menjadi penerus ayah. Ayahku adalah sosok yang sangat baik hati. Rasanya aku ingin cepat-cepat membahagiakan ayahku. Tuntunan dan lantunan doa untuk kedua orang tuaku takkan pernah putus dariku.aku sangat beruntung mempunyai ayah seperti beliau. Yang tidak pernah putus asa untuk mengajariku berbagai macam hal kebaikan. Tenang ayah, akan ada masanya aku yang gantian mencari nafkah untuk kehidupan kami ini. Aku yang akan bekerja keras untuk semua ini. Meskipun aku tahu, aku bukanlah orang yang sangat kuat fisiknya. Tapi tetap doakan anakmu ini ayah agar sukses dalam mencapai tujuan di masa depannya. Aamiin...
Hingga suatu saat ketika pendaftaran online dimulai, aku pun langsung mendaftar dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Aku mondar-mandir sana sini untuk mengurus semua berkas-berkas yang harus disiapkan. Dari mulai melegalisir ijazah sd, smp, sma hingga sertifikat-sertifikat kegiatan yang aku miliki. Seperti yang sudah pernah saya tulis di blog saya mengikuti beladiri Taekwondo dari mulai SMA kelas 1 sampai sekarang pun tetap berlanjut. Hari demi hari aku lewatin test satu persatu yaa meskipun berat. Tanpa rasa pesimisku aku yakin bahwa aku lolos untuk ke tahap berikutnya. Test yang aku lewatin dari mulai test kesehatan, test jasmani, danlain lain. Test kesehatan meliputi pemeriksaan mata, darah, dan test keperawanan. Test jasmani meliputi sit up, push up, cining up, renang, dan masih banyak lagi. Mungkin dari semua test yang ada semua udah aku lewatin.
Disalah satu test jasmani yaitu test berenang, aku tidak bisa menyelesaikannya sampai full. Mungkin salah satu faktornya adalah ini yang membuat aku gagal. melainkan temen-temenku yang tidak sampai juga renangnya dia bisa jadi WARA (Wanita Angkatan Udara). Pupus harapanku sudah untuk menjadi penerus papa. Tapi aku akan buktikan bahwa setelah aku lulus dari perguruan tinggiku. aku akan bekerja keras untuk masa depanku. Mungkin bukan dijalan itu rezeki yang harus aku peroleh. Tapi satu hal yang membuatku tidak bisa berhenti menangis adalah masa jabatan ayah ku yang tinggal setahun lagi pensiun dari pekerjaannya ini. Kemungkinan besar aku harus pindah dari rumah yang sekarang kusinggahi yang tidak akan pernah kulupakan dalam sejarahku. Rumah yang nyaman, sejuk banyak pepohonan yang membuatku tak ingin beranjak dari rumah kami ini.
Beribu-ribu maaf yang ku lontarkan sebagai kata maafku. Berhari-hari pun aku tetap murung dan nangis di dalam kamar. Makan pun jadi nggak nafsu, tidur jadi nggak tenang memikirkan teman-temanku yang sedang pendidikan lagi apa disana. Pikiranku pun sehari-harinya nggak fokus bawaannya nangis terus nginget itu semua. Tapi aku nggak mau terus-terusan terpuruk menghadapi ini semua. Banyak cara yang harus kupikir untuk mencapai kesuksesan ku ini. Selanjutnya aku melanjutkan sekolahku di perguruan tinggi yaitu Universitas Gunadarma dengan telat setahun. Ya jadi saya kuliah bareng satu tahun dibawah aku. Tapi itu semua enggak jadi penghalang. aku tetap belajar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan membanggakan untuk kedua orang tua aku. aku sayang ayah :) you're my big hero in the world.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar